Minyak Dunia Menguat di Pasar Asia
Minyak mentah dunia menguat pada perdagangan Selasa (13/3/2012) di Asia menjelang pernyataan resmi The Fed soal kebijakan moneter.
Hasil pertemuan Federal Reserve hari ini diperkirakan semakin memperkuat pandangan ekonomi AS mulai pilih. Hal ini tidak mungkin akan ada pelonggaran kuantitatif lanjutan.
Harga minyak AS jenis light sweet naik 50 sen menjadi US$106,84 per barel melalui transaksi elektronik di New York Mercantile Exchange untuk pengiriman April. Sementara minyak jenis Brent menguat 64 sen menjadi US$125,98 per barel di London. Demikian mengutip cnbc.com.
"Rapat Fed bisa mengenali bahwa ekonomi AS telah membaik. Ini akan memiliki dampak positif pada pasar," Tetsu Emori, manajer investasi di Astmax Invesment.
Penguatan harga minyak juga dipengaruhi melemahnya dolar yang mengalami aksi ambil untung. hal ini membuat minyak dalam denominasi dolar lebih menarik bagi pemegang mata uang non-dolar.
Sebab pasar pesimis, Fed akan meluncurkan pelonggaran kuantitatif tahap ketiga. Apalagi data ekonomi sebagian besar positif.
Hasil pertemuan Federal Reserve hari ini diperkirakan semakin memperkuat pandangan ekonomi AS mulai pilih. Hal ini tidak mungkin akan ada pelonggaran kuantitatif lanjutan.
Harga minyak AS jenis light sweet naik 50 sen menjadi US$106,84 per barel melalui transaksi elektronik di New York Mercantile Exchange untuk pengiriman April. Sementara minyak jenis Brent menguat 64 sen menjadi US$125,98 per barel di London. Demikian mengutip cnbc.com.
"Rapat Fed bisa mengenali bahwa ekonomi AS telah membaik. Ini akan memiliki dampak positif pada pasar," Tetsu Emori, manajer investasi di Astmax Invesment.
Penguatan harga minyak juga dipengaruhi melemahnya dolar yang mengalami aksi ambil untung. hal ini membuat minyak dalam denominasi dolar lebih menarik bagi pemegang mata uang non-dolar.
Sebab pasar pesimis, Fed akan meluncurkan pelonggaran kuantitatif tahap ketiga. Apalagi data ekonomi sebagian besar positif.
Sumber inilah.com