MOST RECENT

Terkunci di Kamar Korban, Pencuri Babak Belur

Dua orang pencuri babak belur setelah digebuki ratusan warga Dusun Jatirejo, Desa Damarwulan, Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri. Sebelumnya, mereka sempat terkunci di dalam kamar rumah korban.

Dua pencuri yang diketahui bernama Eko Setiono, warga Benowo, Surabaya dan Rudi Purnomo, warga Menganti, Gresik, saat ini tengah menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pelem, Pare.

Seorang anggota Polres Kediri mengatakan kronologi pencurian yang gagal tersebut. Awalnya, kedua pelaku melakukan aksi pencurian di rumah Novi (27) warga setempat. Mereka didapati korban sedang berada di dalam kamarnya, pada pukul 07.30 WIB.

Spontan, korban mengunci pintu kamarnya dari luar. Sehingga, kedua pelaku tidak dapat melarikan diri. Selanjutnya, korban berteriak meminta pertolongan. Bagaikan dikomando, warga pun berdatangan.

Begitu pintu kamar korban dibuka, pelaku hendak kabur. Tetapi ratusan korban sudah mengepungnya. Mereka langsung digebuki beramai-ramai.

Bahkan, sepeda motor Honda Supra milik pelaku tidak luput dari sasaran amuk massa. Sepeda motor pelaku diseret warga dan dibakar hingga hangus.

Beruntung, petugas kepolisian setempat segera datang. Sehingga mereka langsung diamankan. Ketika ditemui di RSUD Pelem, Rudi Purnomo membantah melakukan pencurian. Ia bersama Eko Setiono, temannya berniat ke Malang.

Mereka berangkat dari Surabaya sekitar pukul 03.30 WIB. Mereka sempat mampir di rumah kakaknya, di Jombang. Setelah itu melanjutkan perjalanan. Tetapi, saat sampai di wilayah Dusun Jatirejo, mereka mengaku, kebingungan arah. Lalu, berputar-putar. " Saya mau ke rumah teman di Kepung, tetapi tiba-tiba ditangkap dan dihajar," dalihnya.

Kaur Bina Operasional (KBO) Reskrim Polres Kediri Ipda Samsul mengatakan, pihaknya sedang mengembangkan kasus pencurian tersebut. Berdasarkan hasil olah TKP, pelaku sudah mengambil uang milik korban sebesar Rp 902 ribu.



02.22 | Posted in | Read More »

Janda Kaya Dilakban dan Dibungkus Selimut

Seorang janda kaya bernama Hj Sumaidah (50), kedatangan tamu tidak diundang. Tamu yang tidak berniat baik. Terbukti, si tamu menguras harta kekayaan pengusaha sembako asa Ketapang Laok Kecamatan Ketapang Kabupaten Sampang tersebut.

Peristiwa itu terjadi pada Rabu (9/5/2012) dini hari. Saat itu, Sumaidah yang sedang tertidur lelap tiba-tiba dibangunkan oleh kedatangan beberapa orang tidak dikenal. Begitu datang, orang tersebut langsung meringkus Sumaidah.

Mulut janda kaya itu dibalut lakban agar tidak bisa berteriak. Masih kurang puas, kaki dan tangan diikat kawat. Bahkan, badan Sumaidah dibungkus selimut sehingga hanya bisa meronta-ronta kecil.

Usai meringkus Sumaidah, gerombolan pencuri itu langsung beraksi untuk mengambili harta tuan rumah. Terdiri dari kalung emas 20 gram, gelang krincing 30 gram, uang tunai Rp 15 juta, serta beberapa dagangan. Bahkan, mobil Avansa no pol M 475 NA warna hitam tahun 2010 turut digondol pencuri.

Setelah itu, gerombolan pencuri kabur dengan meninggal Sumaidah yang dalam kondisi terikat. Sumaidah baru bisa terbebas setelah salah satu saudaranya datang berkunjung. "Kasus ini sekarang dalam penanganan Polres Sampang," ujar Kabag Ops Polres Sampang, Kompol Alfian Nurizzal, Kamis (10/5/2012). 



02.19 | Posted in | Read More »

Dilarang Keluar, Istri Dicekik

M Bustomi (33) menghajar istrinya yang bernama Setyaning Wulandari (22), hingga babak belur. Pelaku sempat mencekik leher sang istri.

Aksi kekerasan itu dipicu oleh cemburu buta. Karena tidak terima, warga Dusun/Desa Jati Pelem, Kecamatan Diwek ini melaporkannya ke Mapolres Jombang, Kamis (10/5/2012).

Kasus KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga) yang menimpa Wulandari berawal ketika dirinya bermaksud keluar rumah untuk suatu keperluan dua hari lalu. Sebelum keluar, Wulandari berpamitan pada sang suami.

Namun upaya pamitan itu justru berakhir dengan perang mulut. Pasalnya, Bustomi tidak mengizinkan keinginan istrinya itu.

Merasa heran dengan sikap suaminya, Wulandari bermaksud menanyakan penyebab dirinya tak diperbolehkan keluar rumah. Tapi bukannya mendapat jawaban, suaminya seketika emosi dan marah-marah.

Bustomi tetap tak mengizinkan istrinya untuk keluar rumah. Cekcok mulut pasangan suami istri ini semakin sengit. Mereka bersikeras dengan ide masing-masing.

Tanpa diduga, Bustomi tiba-tiba melayangkan pukulan ke arah kepala dan wajah istrinya hingga mengakibatkan memar. Belum puas memukul, pelaku kemudian mencekik leher istrinya seraya membentak agar mengurungkan niatnya untuk keluar rumah. Akhirnya, Wulandari memilih mengalah.

"Kita sudah menerima laporan korban. Selain melakukan visum, kami juga segera memanggiil saksi dan juga terlapor," kata Kepala Sub Bagian Humas Polres Jombang, AKP Sugeng Widodo. 



02.17 | Posted in | Read More »

Pelaku Penembakan Anggota TNI Masih Gelap

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Rikwanto membantah beredarnya kabar yang mengatakan jika penembakan dari mobil Yaris putih yang mengenai dua anggota TNI pada saat penyerangan geng motor di Jalan Pramuka, Jakarta Pusat dilakukan oleh anggota polisi.

"Itu hoax, sampai sekarang pelaku penembakan yang mengenai anggota TNI belum ada bukti," tegas Rikwanto, Rabu (18/4/2012).

Sebelumnya diketahui adanya pelaku misterius yang menembak dari dalam mobil Yaris warna putih saat penyerangan geng motor terjadi di Jalan Pramuka, pada 13 April 2012 dini hari lalu.

Akibatnya dua anggota TNI bernama Sugeng Riyadi berpangkat Kelasi mengalami luka tembak di telinga kanan dan anggota Yonif Linud 503 Kostrad Prada Akbar Fidi Aldian, mengalami luka tembak di dada hingga tembus ke punggung.

Sementara mobil Yaris putih itu langsung tancap gas menuju ke arah jalan tol. Dan hingga polisi dan TNI masih bersama-sama menyelidiki proyektil peluru yang sempat bersarang di tubuh Sugeng Riyadi.

Sumber  inilah.com

03.29 | Posted in | Read More »

Atasi Banjir Dalam Waktu Singkat, Cagub Cuma Mimpi

Sejarawan Jakarta JJ Rizal tidak yakin jika banjir di Jakarta, bisa diatasi dalam waktu yang singkat. Sehingga dia menilai para bakal calon Gubernur yang mengumbar janji mengatasi banjir, seperti orang yang sedang bermimpi.

"Mending suruh bangun tidur tuh, mimpi itu," ujar JJ Rizal, dalam sebuah diskusi di The Indonesian Institute, Jakarta, Rabu, (18/4/2012).

Dia juga menilai, banyak bakal Cagub yang terkesan seenaknya saja berbicara atau mengumbar janji, tetapi belum mengetahui untuk menyelesaikannya. "Penghuni paling tua itu di Jakarta ada dua, yakni nyamuk dan banjir," tegasnya.

Rizal melanjutkan untuk menghadapi bahaya purba, dan seluruh riset telah mengakui tidak mudah menyelesaikan problematika kota Jakarta. "Banyak peneliti mengakui tidak mungkin bisa diselesaikan 10 hingga 15 tahun, apalagi dengan persoalan, bagaimana kesenjangan hubungan antara Jakarta sebagai Provinsi dengan Jakarta sebagai Ibu Kota nasional. Nah ini juga persoalan," jelasnya.

Pasalnya, setelah banjir besar pada tahun 2002, itu pemerintah pusat memberi bantuan Rp 12 miliar, tiap tahun itu diberi Rp 1 miliar. "Tetapi sekarang sudah tahun terakhir, dan kelanjutannya bagaimana sudah bisa dibayangkan," ucapnya.

Terlebih saat ini problematika di Jakarta sudah semakin bertambah, bukan hanya banjir saja dan kemacetan. "Jadi, ada urusan menghadapi premanisme politik dan kedua menghadapi sistem birokrasi Pemda DKI yang kerjanya kendor," tandasnya.

Sumber  inilah.com

03.28 | Posted in | Read More »

Hak Pilih 2,2 Juta Warga DKI Terancam Hilang

Memasuki penentuan data pemilih tetap (DPT), panitia pengawas (Panwas) dipusingkan dengan ketidaksingkronan Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4) dengan data berdasar kartu tanda penduduk elektronik (E-KTP).

"DP4 Jakarta tahun 2012 jumlahnya 7,5 juta jiwa. Sementara dari data e-KTP, hanya 5,3 juta jiwa. Artinya ada 2,2 juta warga Jakarta yang tidak diketahui keberadaannya," ujar Ketua Panwaslu DKI, Ramdansyah di Jakarta, Rabu (18/4/2012).

Ramdansyah, melanjutkan ketidaksingkronan data pemilih ini dapat mengakibatkan konflik pemilu maupun pemilukada DKI Jakarta yang akan digelar 11 Juli 2012 mendatang. Meski demikian, lanjut Ramdansyah, Panwas akan tetap bertekat mengawal pelaksanaan pemuntakhiran data hingga menjadi Daftar Pemilih Tetap (DPT).

"Penyebab ketidaksingkronan ini harus dicek semua, apa ada yang sudah meninggal, dibawah umur, KTP ganda, atau sudah berubah status menjadi anggota TNI/Polri. Kami juga sosialisasikan hal ini kepada LSM dan masyarakat," jelasnya.

Sumber  inilah.com

03.27 | Posted in | Read More »

Polisi: Belum Ada Tersangka Baru Pembunuhan TNI AL

Kasat Reskrim Polres Jakarta Utara, AKBP Didik Halimansyah menegaskan bahwa tersangka pelaku penyerangan terhadap anggota TNI AL, Arifin masih berjumlah satu orang yakni Joshua Raynaldo Radja. Dan hingga saat ini belum ada lagi penangkapan yang terkait penyerangan geng motor di wilayah Polres Jakarta Utara.

"Belum ada penangkapan lagi, sampai sekarang tersangka masih satu orang berinisial JRR," katanya, Rabu (18/4/2012).

Menurutnya, aparat Polres Jakarta Utara hingga kini masih mencari dan menyelidiki pelaku penyerangan yang melibatkan geng motor dengan berkoordinasi antara Polda Metro Jaya dan POM AL.

Namun pelaku penyerangan sampai hari ini belum ada perkembangan selain tersangka yang sudah diamankan yakni JRR yang merupakan seorang mahasiswa perguruan tinggi swasta di Jakarta.

Didik membantah bahwa Polres Jakarta Utara telah menangkap lagi pelaku penyerangan hingga mengakibatkan anggota TNI AL bernama Arifin tewas. "Saya tekankan lagi, belum ada penangkapan tersangka lagi terkait geng motor. Tersangka baru satu orang JRR," tegasnya.

Sebelumnya polisi telah menangkap seorang bernama Joshua Raynaldo Radja yang diduga sebagai tersangka penyerangan terhadap Kelasi Arifin yang terjadi di Jl Benyamin Suaeb, Pademangan, Jakarta Utara, pada 31 Maret 2012 lalu.


Sumber  inilah.com

03.26 | Posted in | Read More »

Pengamat: Janji Alex Noerdin Basi

Pengamat politik menilai janji-janji bakal calon Gubernur DKI Jakarta Alex Noerdin, bukanlah hal yang luar biasa. Bahkan, Alex dinilai telat untuk menyampaikan janji-janji tersebut.

Hal tersebut disampaikan oleh pengamat politik Amir Hamzah. Dia mengatakan, janji Alex Noerdin yang akan memberikan pendidikan gratis bagi masyarakat Jakarta, pada hari pertama dia menjabat sebagai Gubernur sudah terlambat. Pasalnya saat ini Pemprov DKI Jakarta tengah merealisasikan program pendidikan gratis pada 2013.

"Alex baru sebatas pidato penyampaian visi dan misi, tapi Pemprov DKI telah mulai penerapan yang saat ini telah mencapai menghitung angka penerapan pendidikan gratis hingga ke tahap SMA. Jadi bisa dibilang terlambat," ujar Amir Hamzah saat ditemui di Balaikota, Rabu (18/4/2012).

Lebih lanjut Amir menjelaskan, program pendidikan gratis ini sudah diajukan Fauzi Bowo selaku ketua Asosiasi Provinsi se Indonesia (APSI), dimana Alex Noerdin merupakan salah satu anggota APSI. "Sebagai ketua APSI, Foke menjadi mediator keinginan Provinsi ke pemerintah pusat. Jadi program ini sudah dibahas sebelumnya di APSI," jelasnya.

Seperti diketahui, pasangan bakal Cagub yang diusung partai Golkar, PPP dan PDS, Alex Noerdin-Nono Sampono menjadikan program pendidikan gratis hingga 12 tahun, sebagai salah satu program unggulannya. Tidak tanggung-tanggung, untuk menjalankan program tersebut pasangan ini berkoar mampu melaksanakan selama satu hari.

Sumber  inilah.com

03.24 | Posted in | Read More »

HNW: Harusnya Polisi Bisa Deteksi Aksi Geng Motor

Bakal calon Gubernur DKI Jakarta, Hidayat Nur Wahid menyayangkan terjadinya aksi brutal geng motor di wilayah Jakarta. Dia pun berharap pihak kepolisian segera melakukan tindakan tegas untuk mengatasi aksi brutal tersebut.

Secara pribadi Cagub DKI dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu menyayangkan terjadinya aksi brutal geng motor di Jakarta. Hidayat Nur Wahid mengatakan hal tersebut telah menganggu rasa keamanan dan kenyamanan warga kota Jakarta.

"Dan ini bukan kali yang pertama kejadian kerusuhan yang dikaitkan dengan geng motor yang mencederai anak-anak muda, yang punya kelompok bermotor yang tidak ikut tindak kejahatan," ucap Hidayat di DPR, Rabu (18/4/2012).

Untuk itu Hidayat mendesak pihak kepolisian untuk segera membongkar dan menyelesaikan kasus ini. Dengan demikian pihak kepolisian bisa melaksanakan perannya sebagai pihak pengayom keamanan masyarakat. "Memang menjadi pertanyaan juga, dimana keberadaan BIN daerah yang harusnya bekerja secara dini untuk mendeteksi pergerakan yang ada di masyarakat," ujarnya.

Seharusnya pihak intelejen sudah bisa mendeteksi dan sangat waspada dengan adanya pergerakan yang mencurigakan, dan bisa langsung diantisipasi, karena aksi brutal ini bukan hanya terjadi sekali saja.

"Selain itu Gubernur juga harus bisa mencari solusi bersama instansi terkait untuk menghadirkan rasa aman bagi warga Jakarta, sehingga tidak dikatakan bila Gubernur gagal menghadirkan rasa aman di Jakarta," tandasnya.

Sumber  inilah.com

01.12 | Posted in | Read More »

Keluar Silahkan Follow Dan Klik Suka...!
Inovasi Hidup : ADVsiip

Blog Archive

Recently Commented

Recently Added