
Badan SAR Nasional (Basarnas) memastikan bahwa petugas yang
dikerahkan untuk melakukan pencarian di wilayah Gunung Salak, Cidahu,
Jawa Barat, telah menemukan pesawat Sukhoi Superjet 100. Selain serpihan
pesawat, petugas juga menemukan jasad korban di lokasi kejadian.
"Tim
kita di lapangan sudah sampai di lokasi, mereka menemukan kondisi
pesawat hancur," ujar Humas Basarnas Gagah Prakosa, saat ditemui di
Landasan Udara Halim Perdanakusuma, Kamis (10/5/2012).
Meski
telah menemukan adanya jasad korban, namun pihaknya belum bisa
memastikan berapa jumlah korban dalam kecelakaan tersebut. Namun ia
menduga pesawat Sukhoi Superjet 100 saat kejadian terbang dengan
kecepatan yang cukup tinggi, yakni sekitar 800 km per jam. Sebab badan
pesawat buatan Rusia tersebut di lokasi kejadian ditemukan hancur
berkeping-keping.
Gagah mengatakan, tim jalur udara yang
diterjunkan ke lokasi dengan membawa 18 petugas, saat ini tengah
mendekati titik lokasi di mana pesawat jatuh. Sementara tim jalur darat
terus melakukan evakuasi yang memungkinkan ditemukannya korban selamat.
Basarnas
memperkirakan pada Kamis (10/5/2012) sore, jasad korban dapat dibawa ke
Jakarta melalui Lanud Halim Perdanakusuma, terutama jika kondisi cuaca
mendukung. Namun bila tidak, jasad korban paling lambat dibawa ke
Jakarta pada Jumat (11/5/2012) pagi. "Selambat-lambatnya besok pagi,
kita lihat cuacanya mendukung atau tidak," kata Gagah.
02.14 |
Posted in
Nasional
|
Read More »
Anggota Komisi I DPR Roy Suryo menemukan beberapa kejanggalan
dalam jatuhnya pesawat Sukhoi Superjet 100 di Wilayah Gunung Salak, Rabu
(9/5/2012) petang."Harus dicek dalam kasus tragedi
Sukhoi di seputaran Gunung Salak ini adalahisi rekaman terakhir Pilot
SSJ-100 tersebut dengan ATC Bandara Soekarno - Hattta. Mengapa Turun ke
6.000 feet padahal ketinggian pegunungan disana sekitar 7.000 feet,"
tegasnya kepada INILAH.COM, Kamis (10/5/2012).
Kejanggalan kedua,
kata pakar telematika ini, adalah menyangkut tidak berfungsinya dua
buah ELT dan ELBA atau sinyal yang ada pada bodi pesawat modern.
Padahal, menurutnya dua ELT dan ELBA ini seharusnya berfungsi secara
langsung dan otomatis ketika ada crash/sesuatu yang terjadi.
"Seharusnya
secara otomatis langsung berfungsi ketika ada Crash atau sesuatu yang
terjadi tidak bisa dimonitor di Singapore atau Indonesi serta Australia.
Apakah ada sesuatu sebelum akhirnya Lost-Contact?,"tukas Roy.
Kejanggalan
ketiga menyangkut Ground Proximity Warning System (GPWS), alat ini
semestinya berfungsi dengan baik. Karenanya Roy mempertanyakan kenapa
GPWS ini pada Sukhoi Superjet 100 tidak aktif. "KNKT perlu mengecek
semua ini, karena kalaupun ketika meminta izin turun dari ketinggian
10.000 ft ke 6.000 ft belum dijawab oleh ATC - Soetta," ujarnya.
Ditambahkannya,
keberadaan GPWS akan secara otomatis berfungsi dengan memberikan
peringatan ke pesawat. Bilapun akhirnya terjadi crash, maka ELT dan ELBA
yang secara otomatis pula harus berfungsi. Dan kejanggalan terakhir,
Roy menyayangkan kesalahan prosedur, di mana manifes asli bisa terbawa
oleh crew dalam pesawat Sukhoi Superjer 100.
Sumber inilah.com
02.12 |
Posted in
Nasional
|
Read More »
Konsultan PT Trimarga Rekatama, Sunaryo menyatakan, pilot
pesawat Sukhoi Superjet 100 yang jatuh di tebing Gunung Salak, Jawa
Barat, baru pertama kali menerbangkan pesawat di Indonesia.
"Pilotnya
baru pertama kali terbang di Indonesia. Tapi sudah melakukan prepare
dan briefing flight sebelum terbang," katanya, Kamis (10/5/2012).
Untuk
menerbangkan pesawat, seorang pilot harus melakukan prepare dan
briefing terlebih dahulu. Hal itu untuk mengetahui medan yang akan
ditempuh.
Namun sayangnya, Sunaryo belum bisa menjawab siapa nama pilot asal Rusia yang menerbangkan pesawat Sukhoi Superjet 100 tersebut.
Berdasarkan
data manifest penumpang, mencatat sebanyak delapan Warga Negara Asing
(WNA) asal Rusia dalam penerbangan tersebut. Di antaranya bernama
Yabloncev, Kirkin, Kochetkov, Kakhimov, Shvetsov, Martishenko,
Grebenshikov, dan Kurzhupova.
"Salah seorang dari delapan WNA asal Rusia adalah pilot pesawat Sukhoi Superjet 100 nya," tambah Sunaryo.
02.11 |
Posted in
Nasional
|
Read More »

Fraksi PAN meminta semua anggota DPR yang memiliki senjata api,
untuk diserahkan ke Polri. Sebab kepemilikan senjata api memberikan
konotasi bahwa orang bersangkutan dalam menyelesaikan lebih senang
dengan kekerasan, meski pada dasarnya kepemilikan senjata api lebih
untuk menjaga diri.
"DPR supaya memberikan contoh. Kita
ini ingin menyelesaikan masalah tidak dengan kekerasan. Sudahlah,
anggota DPR yang punya balikin sajalah," ucap anggota Komisi I DPR,
Teguh Juwarno, di Gedung DPR, Senin (7/5/2012).
Teguh berharap
rekan-rekannya yang mempunyai senjata api untuk mengembalikannya kepada
pihak kepolisian, dalam rangka memberikan contoh tersebut. Di samping
itu, bagi warga masyarakat juga diminta mengembalikan senjata api,
karena jika masyarakat sipil diberi keleluasaan memiliki senjata api,
dikhawatirkan kejadian demi kejadian akan terus terulang di kemudian
hari.
"Masyarakat (kalau) diberikan keleluasaan memiliki senjata
api (juga) kan artinya membiarkan masyarakat menyelesaikan masalah
dengan kekerasan," ujarnya.
Dia menambahkan, ditengah proses
penegakan hukum yang dinilai masyarakat kurang berjalan dengan baik,
dimana aksi kekerasan yang mengarah pada hukum rimba belakangan semakin
menjadi-jadi, semestinya semua pihak menyadari keberadaannya
masing-masing. Karena dengan memiliki senpi secara tidak langsung
memberikan ruang bagi adanya hukum jalanan.
Terkait hal ini pula,
Teguh menegaskan bahwa seluruh anggota DPR dari Fraksi PAN tidak ada
yang memiliki senjata api, karena pada dasarnya anggota partai
berlambang matahari tersebut tidak suka dengan kekerasan. Kalau pun
kemudian diketahui ada anggotanya yang memiliki senpi, ia berjanjia akan
segera melakukan penertiban. "Dari dulu nggak pernah ada. PAN tidak
senang dengan kekerasan," tandasnya.
12.30 |
Posted in
Nasional
|
Read More »

Penanganan kasus korupsi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi
(KPK) selama empat bulan pertama masa kepemimpinan Pimpinan KPK jilid
ketiga periode 2011-2015 mayoritas adalah kasus penyuapan. Dari total 15
kasus yang ditangani sejak Januari 2012 hingga April 2012, 12 kasus
diantaranya adalah perkara penyuapan.
"Diantaranya, dua
kasus pengadaan barang/jasa, satu kasus penyalahgunaan anggaran, dan 12
kasus penyuapan," ujar Juru Bicara KPK, Johan Budi SP saat membacakan
laporan kinerja KPK selama kwartal pertama tahun 2012 di kantor KPK,
Jakarta, Senin (7/5/2012).
Masih dijelaskan Johan Budi, sedangkan
mayoritas pelaku dari tindak pidana korupsi itu adalah dari institusi
DPR RI dan DPRD, yaitu sebanyak enam orang, lalu pihak swasta sebanyak
lima orang, Walikota/Bupati dan wakil sebanyak dua orang. Disusul
penyelenggara negara eselon I, II dan II sebanyak dua orang.
Sedangkan
terhadap penanganan kasus-kasus tersebut, dijabarkan yaitu selama
Januari-April 2012, ada 22 kasus masih dalam tahap penyelidikan, 15
perkara dalam tahap penyidikan dan dalam tahap penuntutan 13 perkara.
Seperti
diketahui, KPK memang tengah mendalami beberapa perkara yang terkait
dengan DPR RI. Diantaranya, adalah perkara dugaan penerimaan hadiah
penganggaran di Kemenpora dan Kemendiknas dengan tersangka anggota
Komisi X DPR RI dari fraksi Partai Demokrat, Angelina Sondakh. Kemudian,
kasus dugaan suap alokasi anggaran Dana Penyesuaian Infrastruktur
Daerah (DPID) dengan tersangka mantan anggota Badan Anggaran (Banggar)
DPR RI dari Fraksi PAN, Wa Ode Nurhayati.
KPK juga tengah
mendalami perkara dugaan suap perubahan Peraturan Daerah (Perda) No.6
tahun 2011 tentang pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) tahun 2012
di Pekanbaru, Riau dan telah ditetapkan empat orang tersangka yang dua
orang diantaranya adalah anggota DPRD Riau.
12.28 |
Posted in
Nasional
|
Read More »

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan, buronan tersangka
korupsi Anggoro Widjojo masih menjadi prioritas untuk segera ditemukan
dan diselesaikan kasusnya.
Ketua KPK Abraham Samad
menegaskan bahwa kasus dugaan korupsi dalam pengadaan sistem komunikasi
radio terpadu (SKRT) di Kementerian Kehutanan pada tahun 2007 itu masih
menjadi agenda untuk segera dituntaskan.
"Anggoro sampai saat ini
KPK masih terus dalam pemantauan dan pelacakan, sehingga kasus Anggoro
menjadi hal yang diseriusi oleh kawan-kawan penyidik," ujar Abraham
dalam keterangan persnya di gedung KPK, Jakarta, Senin (7/5/2012).
Bersama
dengan Pimpinan KPK lainnya yaitu Busyro Muqoddas dan Zulkarnaen,
Abraham menggelar jumpa pers untuk menyampaikan kinerja KPK selama empat
bulan dibawah kepemimpinan Lima Pimpinan KPK jilid ke-ketiga, Abraham
Samad, Bambang Widjojanto, Zulkarnaen, Busyro Muqoddas, dan Adnan Pandu
Praja. Jumpa pers kemudian dilanjutkan dengan tanya jawab soal kasus.
Dalam
kasus ini, Azwar Chesputra bersama Hilman Indra (Fraksi PBB) dan Fahri
Andi Leluasa (Fraksi Golkar) diduga menerima sejumlah uang dalam rangka
memuluskan persetujuan anggaran proyek SKRT di Kementerian Kehutanan.
Anggoro
selaku pemilik PT Masaro Radikom, pemberi uang pelicin bermaksud
menjadi rekanan dalam proyek SKRT. Berdasarkan fakta persidangan, Azwar
terbukti menerima uang sebesar Sin$5.000 dan Fahri memperoleh senilai
Sin$30.000. Sedangkan terdakwa Hilman kebagian jatah lebih besar yakni
sebanyak Sin$140.000.
Uang juga mengalir ke mantan Ketua Komisi
IV DPR, Yusuf Erwin Faisal. Anggoro menyandang status tersangka sejak 23
Juni 2009. Kakak kandung terpidana Anggodo Widjojo tersebut sempat
dikabarkan bersembunyi di China dan Singapura.
12.25 |
Posted in
Nasional
|
Read More »

Anggota Komisi III dari Fraksi Partai Demokrat Ruhut Sitompul
mengkritik anggota DPR yang mempersenjatai diri dengan senjata api.
Menurutnya orang-orang yang membawa senpi sebenarnya adalah orang yang
pengecut.
"Orang kalau bukan tugasnya, tidak perlu
bawa-bawa senjata. Yang bawa senjata itu orangnya cengeng dan tidak
percaya diri. Kutukupret-kutukupret itu berlagak koboi, memang sekarang
zamannya koboi?," ujar Ruhut saat dihubungi, Senin (7/5/2012).
Ruhut
menilai, anggota DPR tidak memiliki urgensi memiliki senjata api.
Bahkan Ruhut meminta anggota DPR yang membawa senjata api untuk
menggunakan mengendarai kuda sebagai transportasinya.
"Kita ini
wakil rakyat ngapain kita bawa senjata. Kalau bawa pistol pakai kuda
sekalian ke DPR, jangan sudah bawa pistol naik mobil mewah.
Jangan-jangan pada berani sama saya karena pada bawa pistol," tegasnya.
Lebih
lanjut, dia menambahkan, anggota DPR tidak perlu takut dengan
keselamatan dirinya. Jika memang keselamatannya terancam, anggota
tersebut tak perlu sampai membawa senjata api.
"Ke Dapil musuh
pun saya tidak bawa-bawa pistol. Lagian di Dapil sendiri kenapa takut,
kalau menangnya jujur tidak usah takut, kecuali ada yang dikalahkan,"
tandasnya.
12.22 |
Posted in
Nasional
|
Read More »

Kader-kader daerah Partai Golkar berharap Jusuf Kalla mengikuti
mekanisme internal untuk menjadi calon presiden dari Partai Golkar,
bukan dari Partai Demokrat.
Menurutnya, sosok JK
merupakan kader terbaik Partai Golkar. Selain sebagai mantan Ketua Umum,
JK juga mempunyai peran penting dalam membesarkan Golkar. "Itu sah-sah
saja, itu bagian dari kompetisi," ujar Ketua DPD II Partai Golkar
Lombok, Nasuheli kepada INILAH.COM, Senin (7/5/2012).
Nasuheli
mengakui sosok JK memiliki elektabilitas tinggi. Bahkan, meski tak
menduduki jabatan politik, saat ini JK tetap eksis dan berpengaruh.
Meski begitu, Partai Golkar memiliki mekanisme tersendiri dalam
mengusung Capres. Sehingga JK diminta mengikuti dan menghormati
keputusan sama seperti keputusan yang pernah dibuatnya saat menjadi
Ketua Umum Golkar.
Untuk itu, DPD II Lombok akan menyampaikan
aspirasinya kepada DPD I dan DPP terkait wacana peminangan JK oleh
Partai Demokrat. "Kalau kita sesuai dengan mekanisme dan aturan di
partai, kalau tidak keluar koridor kita akan sampaikan ke DPP,"
ungkapnya.
12.21 |
Posted in
Nasional
|
Read More »

Pembangunan kompleks olah raga Hambalang di Bogor, Jawa Barat
hingga kini masih dalam penyelidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Komisi memiliki alasan mengapa hingga kini kasus yang diduga terjadi
penyimpangan itu belum juga ditingkatkan ke penyidikan atau menetapkan
tersangka.
Wakil Ketua KPK Zulkarnaen mengungkapkan,
dalam proyek senilai Rp1,5 triliun itu, pihaknya tak hanya mengendus
dugaan korupsi pada pengurusan sertifikat tanah di Hambalang. Namun KPK
juga sekaligus menelusuri dugaan korupsi pada aspek lainnya.
"Disamping
keberadaan proyek itu sendiri oleh kemenpora, kemudian masalah
sertifikatnya, tentu kendalanya juga apa ada aliran dana yang tidak
wajar dan integrasi secara keseluruhan," beber Zulkarnaen dalam jumpa
pers bersama dengan Ketua KPK, Abraham Samad dan Wakil Ketua, Busyro
Muqoddas di gedung KPK, Jakarta, Senin (7/5/2012).
Hasilnya, kata
Zulkarnaen, meski telah meminta keterangan sekitar 60 orang yang diduga
mengetahui pengadaan ini, termasuk meminta keterangan istri Ketua Umum
Partai Demokrat Anas Urbaningrum, Athiyah Laila, namun berdasarkan hasil
evalusi diperoleh kesimpulah bahwa masih perlu dilakukan pendalaman
untuk menemukan dugaan korupsi dalam pengadaan ini.
"Hambalang
masih pendalaman penyelidikan. Kamis sudah evaluasi, ternyata masih
diperlukan penyelidikan," ungkap Zulkrnaen. Sementara itu, meski sudah
menyatakan dengan tegas akan meminta keterangan Ketua Umum Partai
Demokrat Anas Urbaningrum, namun buktinya hingga kini KPK belum juga
menjadwalkan kapan pemeriksaan itu akan dilakukan.
Ketua KPK,
Abraham Samad dalam keterangan jumpa persnya mengaku hingga kini belum
mendapatkan apalagi menandatangani surat pemanggilan Anas untuk dimintai
keterangan dari tim penyelidik kasus tersebut. Katanya, proses itu
merupakan kewenangan sepenuhnya tim penyelidik. "Belum ada informasi
dari tim penyidik, itu tergantung penyidik," ujarnya dalam kesempatan
yang sama.
12.19 |
Posted in
Nasional
|
Read More »

Ramainya kasus pengeroyokan geng motor di ibu kota, membuat Polda Metro Jaya kerepotan. Termasuk beberapa kasus yang sebelumnya sempat ramai dipublik.
Salah satu kasus yang hingga kini belum ada perkembangan adalah dugaan pencabulan Habib Hasan, pimpinan Majelis Taklim Nurul Mustofa, terhadap anak didiknya.
"Kasus Habib Hasan masih belum ada perkembangan, sekarang lagi urusi masalah geng motor dulu," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Rikwanto, Selasa (17/4/2012).
Padahal rencananya pekan ini, Polda Metro Jaya kembali akan melakukan pemeriksaan terhadap kasus pencabulan sejumlah remaja tanggung yang diduga dilakukan Habib Hasan.
Pemeriksaan dilakukan berdasarkan laporan dari 11 remaja di Mapolda Metro Jaya yang mengaku telah menjadi korban pencabulan beberapa waktu lalu.
Bahkan penyidik juga telah menyita sejumlah handphone milik korban untuk mengetahui komunikasi antara korban dengan Hasan. Selain itu, penyidik juga telah mencari situs jejaring sosial serta alamat email sebagai alat komunikasi mereka.
00.59 |
Posted in
Nasional
|
Read More »

Penerapan e-voting belum bisa digunakan dalam pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta 2012 yang akan dilaksanak pada bulan juli mendatang.
"Tidak mungkin kita terapkan e-voting secepat itu, karena aturan KPU juga belum memungkinkan," ujar Ketua KPUD DKI Jakarta, Dahliah di kantor KPUD DKI Jalan Budi Kemuliaan, Jakarta, Selasa, (17/4/2012).
Dirinya menjelaskan, tidak ada satu pasal pun dalam peraturan KPU menyinggung bagaimana mekanisme KPU daerah bila ingin menggunakan e-voting. "Jadi, tidak ada mekanismenya dan kami tidak akan menabrak aturan itu," terangnya.
Namun, Dahliah mendukung sosialisasi e-voting yang didengungkan. "Kita dukung kegiatan tersebut, nanti kan kita akan adakan simulasinya di setiap kecamatan," tutur Dahliah.
Hal senada juga dilontarkan oleh Ketua Pokja Pendataan Pemilih KPU DKI Jakarta Aminullah, "Kalau ada peraturannya akan diterapkan, tapi kalau tidak ada peraturan atau payung hukumnya tidak diterapkan. Khawatir nanti salah persepsi, bisa dipolitisir kan," ucap Amin.
Pasalnya, lanjut Amin, BPPT ingin ada di beberapa TPS nanti bisa dijadikan sebagai uji petik full e-voting, kemudian untuk hasilnya tetap dilakukan secara manual penghitungannya. "Tapi tetap saja kita gak berani untuk lakukan itu, nanti ada keberatan dari calon, panwas dan lainnya," tuturnya.
Untuk itu, harus dilakukan legitimasi terlebih dahulu guna keabsahannya sehingga bisa dioperasikan diajang pemilihan umum. "Iya minimal peraturan KPU, sekarang kan di UU No. 15/2011 kalau KPU mau buat peraturan baru harus konsultasi dulu dengan DPR dan pemerintahan dalam hal ini Kemendagri," terang Amin.
00.57 |
Posted in
Nasional
|
Read More »
Mantan Menteri Tenaga Kerja pada masa Orde Baru, Laksamana TNI (Purn) Sudomo (86) wafat di RS Pondok Indah, Rabu (18/4/2012), pukul 10.15 WIB. Almarhum diduga mengalami pendarahan di otak.
Sudomo yang juga pernah menjabat Menteri Koordinator bidang Politik dan Keamanan itu dirawat sejak Sabtu (14/4) di ruang ICU lt 2 di RS tersebut.
Sudomo lahir pada 20 September 1926 di Malang, Jawa Timur. Dia pernah menjadi Kepala Staf TNI-AL pada 1969-1973, dan juga menjabat sebagai Panglima Komando Pemulihan Keamanan dan Ketertiban (Pangkopkamtib) 1978-1983.
Sudomo dikenal mampu menangani berbagai kemelut keamanan dalam negeri secara dingin. Pada masa-masa itu, dunia intelijen Indonesia sangat diwarnai kepemimpinan Sudomo, LB Moerdani, dan Yoga Soegama.
00.55 |
Posted in
Nasional
|
Read More »
Kunjungan ke Jawa Timur benar-benar dimanfaatkan secara maksimal oleh Ketua Dewan Pembina Partai Golkar, Akbar Tandjung. Sebelum ke Banyuwangi dan Jember, Akbar menyempatkan bertemu dengan KH Lora Cholil As'ad Samsul Arifin.
Meski Lora Cholil jauh lebih muda, baru sekitar 35 tahun, namun Akbar terlihat mendengarkan apa yang disampaikan kiai kondang itu. Tidak diperoleh keterangan apa isi pembicaraan antara Akbar dengan pengasuh Pesantren Walisongo, Situbondo.
"Pak Akbar memang mengagendakan sowan Lora Cholil. Ini untuk memperkuat silatuhrami," kata Wakil Bendaraha DPP Partai Golkar, Ridwan Hisjam yang ikut mendampingi Akbar Tandjung, Rabu (18/4/2012).
Seperti diketahui, Lora Cholil adalah kiai muda NU. Lulusan Universitas Ainus Syams, Saudi Arabia. Bukan sekadar karena pengaruh nama besar ayahnya (KH As'ad Syamsul Arifin), tetapi juga diperkuat keberhasilannya membina ratusan anak jalanan.
Sebelum bertemu Lora Cholil, kemarin Akbar Tandjung mengisi materi diskusi di Hotel Sidomuncul Pasir Putih. Dalam acara ini Akbar bertemu ratusan kader muda AMPG dari Situbondo, Banyuwangi, Bondowoso dan Lumajang. "Siang ini Pak Akbar akan bertemu dengan kader Partai Golkar di Banyuwangi," kata Ridwan yang juga mantan Ketua DPD Partai Golkar Jatim ini. [
beritajatim.com]
00.52 |
Posted in
Nasional
|
Read More »