Piala Coca-Cola Fokus kepada Pemain U-20
Tahun ini Piala Coca-Cola kembali digelar yang sudah memasuki tahun penyelenggaraan ke-6. Kompetisi ini melibatkan 640 sekolah SLTA di 20 kota di Indonesia.
Piala Coca-Cola pertama kali digelar tahun 2005 di wilayah Jabodetabek. Tahun 2007 dan 2009 diperluas ke kota Bandung dan Surabaya. Tahun ini Piala Coca-Cola menawarkan pengalaman pengalaman sepak bola yang jauh lebih seru dengan cakupan wilayah lebih luas yang melibatkan lebih dari 10 ribu pelajar dari 640 SLTA di 20 kota di Indonesia.
Tahun ini kompetisi dibagi ke dalam 4 wilayah, yakni Medan, Yogyakarta, Surabaya dan Jakarta di mana masing-masing wilayah akan mencakup beberapa kota, yaitu :
1. Medan: Pematang Siantar, Tebing Tinggi, Kisaran dan Binjai.
2. Yogyakarta: Solo, Bantul, Karang Anyar dan Gunung Kidul.
3. Surabaya: Malang, Jember, Mojokerto dan Sidoarjo.
4. Jakarta: Bandung, Bekasi, Bogor dan Banten.
Di ajang ini menggunakan format full team dengan 11x11 pemain dengan waktu 2x45 menit. Kompetisi ini berlangsung dari awal Maret hingga Juni mendatang. Kompetisi ini difokuskan pada usia dibawah 20 tahun.
"Kami memahami pentingnya peran pelatihan dalam kompetisi dalam membentuk talenta sepak bola profesional. Kami berharap komitmen untuk menyelenggarakan kompetisi yang berkesinambungan akan membantu memfasilitasi pembibitan pemain muda Indonesia di masa depan," ujar Rachmawati Sutarto, Senior Brand Manager Sparkling Coca-Cola Indonesia dalam jumpa pers di Lapangan Pertamina Simprug, Jakarta, Selasa (3/4/2012).
Hadir dalam acara ini salah satu pemain timnas U-23 Indonesia, Egi Melgiansyah. Kapten timnas U-23 di ajang SEA Games 2011 itu adalah salah satu jebolan dari kompetisi ini.
"Saya ikut di tahun 2005 dan 2007. Saya menjadi runner-up di tahun 2005 dan jadi juara sekaligus pemain terbaik di tahun 2007," kata Egi.
Pemain Pelita Jaya ini berpesan kepada anak-anak yang tampil di kompetisi ini agar terus berlatih dan jangan mudah putus asa. Jangan merasa kalah sebelum bertanding.
"Jangan putus asa. Kejar impianmu. Ada kemungkinan bisa jadi pemain bintang Indonesia dan dunia. Yang penting harus terus kerja keras dan disiplin. Jangan pernah merasa kalah sebelum bertanding," pungkasnya.
Piala Coca-Cola pertama kali digelar tahun 2005 di wilayah Jabodetabek. Tahun 2007 dan 2009 diperluas ke kota Bandung dan Surabaya. Tahun ini Piala Coca-Cola menawarkan pengalaman pengalaman sepak bola yang jauh lebih seru dengan cakupan wilayah lebih luas yang melibatkan lebih dari 10 ribu pelajar dari 640 SLTA di 20 kota di Indonesia.
Tahun ini kompetisi dibagi ke dalam 4 wilayah, yakni Medan, Yogyakarta, Surabaya dan Jakarta di mana masing-masing wilayah akan mencakup beberapa kota, yaitu :
1. Medan: Pematang Siantar, Tebing Tinggi, Kisaran dan Binjai.
2. Yogyakarta: Solo, Bantul, Karang Anyar dan Gunung Kidul.
3. Surabaya: Malang, Jember, Mojokerto dan Sidoarjo.
4. Jakarta: Bandung, Bekasi, Bogor dan Banten.
Di ajang ini menggunakan format full team dengan 11x11 pemain dengan waktu 2x45 menit. Kompetisi ini berlangsung dari awal Maret hingga Juni mendatang. Kompetisi ini difokuskan pada usia dibawah 20 tahun.
"Kami memahami pentingnya peran pelatihan dalam kompetisi dalam membentuk talenta sepak bola profesional. Kami berharap komitmen untuk menyelenggarakan kompetisi yang berkesinambungan akan membantu memfasilitasi pembibitan pemain muda Indonesia di masa depan," ujar Rachmawati Sutarto, Senior Brand Manager Sparkling Coca-Cola Indonesia dalam jumpa pers di Lapangan Pertamina Simprug, Jakarta, Selasa (3/4/2012).
Hadir dalam acara ini salah satu pemain timnas U-23 Indonesia, Egi Melgiansyah. Kapten timnas U-23 di ajang SEA Games 2011 itu adalah salah satu jebolan dari kompetisi ini.
"Saya ikut di tahun 2005 dan 2007. Saya menjadi runner-up di tahun 2005 dan jadi juara sekaligus pemain terbaik di tahun 2007," kata Egi.
Pemain Pelita Jaya ini berpesan kepada anak-anak yang tampil di kompetisi ini agar terus berlatih dan jangan mudah putus asa. Jangan merasa kalah sebelum bertanding.
"Jangan putus asa. Kejar impianmu. Ada kemungkinan bisa jadi pemain bintang Indonesia dan dunia. Yang penting harus terus kerja keras dan disiplin. Jangan pernah merasa kalah sebelum bertanding," pungkasnya.
Sumber inilah.com
Selengkapya...
Selengkapya...